26
Jan
08

Sebuah misteri, hanya Dia yang tahu

9 agustus 2007. Jam dinding menunjukan pukul 00.20 saat tiba-tiba kurasakan ada goncangan di dinding tembok rumahku selama 1 menit. Subhanallah, gempa sedang terjadi. Kematian tiba-tiba terlintas di benak azis, spontan azis berbisik lirih, ” Ya Allah jangan sekarang. Hamba belum siap.” Syukurlah, ternyata gempa itu “hanya” terasa kecil di bandung.

Akan tetapi, apakah azis akan selalu tidak siap saat tiba-tiba kematian hendak menghampiri? Bukankah kita seharusnya selalu siap untuk menghadapi kematian karena itu sebuah misteri yg bisa datang kapan saja? “Ya Allah, terima kasih. Hambamu ini telah dingatkan tentang kematian”, begitu doaku.

Sabda Rosul, “Orang yang paling cerdas adalah orang yang senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian”.


0 Tanggapan ke “Sebuah misteri, hanya Dia yang tahu”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan