Arsip untuk Desember, 2008

24
Des
08

Habis gelap terbitkah terang ? (bagian 1)

Introduction :
Sudah menjadi sunatullah (hukum alam) bahwa setelah tenggelamnya matahari di sore hari, akan ada harapan untuk terbitnya matahari itu di pagi hari yang akan menyinari bumi. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (QS Ali Imran : 190). Sekelam apapun kegelapan itu, pasti akan menemui titik terangnya.

Mungkin itulah kenapa Sang Ibu Kartini memberikan judul bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kegelapan tanpa emansipasi yang mendera kaum wanita saat itu, pasti akan segera berakhir menuju titik terang dimana wanita diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya (Sampai saat ini, apakah ini sudah terjadi? Mari kita renungkan bersama). Akan tetapi, inti dari tulisan ini bukanlah untuk merenungkan tentang wanita, sama sekali bukan tentang ini. Kalimat “Habis Gelap Terbitlah terang” seolah menggambarkan kejadian yang terjadi pada diri Azis dalam bulan desember ini. Penasaran G? Nah, kisahnya sebagai berikut ini (baca sampai akhir ya,.. ) :

Rabu, 3 Desember 2008 Pagi
Pagi itu, rutinitas kuliah seperti biasa harus ku jalani. Lanjutkan membaca ‘Habis gelap terbitkah terang ? (bagian 1)’

02
Des
08

Dialog antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Security POM

Post by Wahyu Firmansyah in kamamuki@yahoogroups.com (14 November 2008)

(Azis copy-paste dari tulisan aslinya. Mudah-mudahan bermafaat)

Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin. Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya …. SEMOGA BERMANFAAT

“Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?”

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya : “Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis. Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “PakUstadz!” Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”

“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”

“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”

“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.

Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara
dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”. Lanjutkan membaca ‘Dialog antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Security POM’