Introduction :
Sudah menjadi sunatullah (hukum alam) bahwa setelah tenggelamnya matahari di sore hari, akan ada harapan untuk terbitnya matahari itu di pagi hari yang akan menyinari bumi. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (QS Ali Imran : 190). Sekelam apapun kegelapan itu, pasti akan menemui titik terangnya.
Mungkin itulah kenapa Sang Ibu Kartini memberikan judul bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kegelapan tanpa emansipasi yang mendera kaum wanita saat itu, pasti akan segera berakhir menuju titik terang dimana wanita diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya (Sampai saat ini, apakah ini sudah terjadi? Mari kita renungkan bersama). Akan tetapi, inti dari tulisan ini bukanlah untuk merenungkan tentang wanita, sama sekali bukan tentang ini. Kalimat “Habis Gelap Terbitlah terang” seolah menggambarkan kejadian yang terjadi pada diri Azis dalam bulan desember ini. Penasaran G? Nah, kisahnya sebagai berikut ini (baca sampai akhir ya,.. ) :
Rabu, 3 Desember 2008 Pagi
Pagi itu, rutinitas kuliah seperti biasa harus ku jalani. Lanjutkan membaca ‘Habis gelap terbitkah terang ? (bagian 1)’
Komentar Terakhir