<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>It's Azis Adharis's Blog</title>
	<atom:link href="http://azisadharis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azisadharis.wordpress.com</link>
	<description>Insya Allah isinya bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2009 15:36:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='azisadharis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6cbaa85046c5c1c5f6a2f98eb6dd187f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>It's Azis Adharis's Blog</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Perempuan yang dicintai suamiku</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2009/02/19/perempuan-yang-dicintai-suamiku/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2009/02/19/perempuan-yang-dicintai-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 15:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=32&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.<span id="more-32"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.</p>
<p style="text-align:justify;">Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya.  Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,</p>
<p style="text-align:justify;">” <em>Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya</em>, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !</p>
<p style="text-align:justify;">Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dear Meisha,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><em>yours,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Mario</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.</p>
<p style="text-align:justify;">Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.</p>
<p style="text-align:justify;">**********</p>
<p style="text-align:justify;">Setahun kemudian…</p>
<p style="text-align:justify;">Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>” Mario, suamiku….</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Istrimu,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Rima”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Di surat yang lain,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Disurat yang kesekian,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Disurat terakhir, pagi ini…</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tahukah engkau suamiku,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jelita menatap Meisha, dan bercerita,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dear Meisha,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil  mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….</em></p>
<p style="text-align:justify;">Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 7 Januari 2009</p>
<p>Cerpen ini di salin dari : <strong> http://botefilia.com/index.php/archives/2009/01/07/perempuan-yang-dicintai-suamiku/comment-page-3/#comment-254</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=32&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2009/02/19/perempuan-yang-dicintai-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habis gelap terbitkah terang ? (bagian 1)</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/24/habis-gelap-terbitkah-terang-bagian-1/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/24/habis-gelap-terbitkah-terang-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 18:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Introduction :
Sudah menjadi sunatullah (hukum alam) bahwa setelah tenggelamnya matahari di sore hari, akan ada harapan untuk terbitnya matahari itu di pagi hari yang akan menyinari bumi. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (QS Ali Imran : 190). Sekelam apapun kegelapan itu, pasti akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=29&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><em>Introduction</em> :<br />
Sudah menjadi sunatullah (hukum alam) bahwa setelah tenggelamnya matahari di sore hari, akan ada harapan untuk terbitnya matahari itu di pagi hari yang akan menyinari bumi. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (QS Ali Imran : 190). Sekelam apapun kegelapan itu, pasti akan menemui titik terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin itulah kenapa Sang Ibu Kartini memberikan judul bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kegelapan tanpa emansipasi yang mendera kaum wanita saat itu, pasti akan segera berakhir menuju titik terang dimana wanita diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya (Sampai saat ini, apakah ini sudah terjadi? Mari kita renungkan bersama). Akan tetapi, inti dari tulisan ini bukanlah untuk merenungkan tentang wanita, sama sekali bukan tentang ini. Kalimat “Habis Gelap Terbitlah terang” seolah menggambarkan kejadian yang terjadi pada diri Azis dalam bulan desember ini. Penasaran G? Nah, kisahnya sebagai berikut ini (baca sampai akhir ya,.. ) :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rabu, 3 Desember 2008 Pagi</strong><br />
Pagi itu, rutinitas kuliah seperti biasa harus ku jalani. <span id="more-29"></span>Akan tetapi, jam 7 pagi itu aku ada ujian Sintesis Kimia Organik Lanjut (Beuh, dah lanjut lho, bukan yang biasa lagi, hehe,&#8230;) jadi aku yang biasanya baru nyampe kampus jam 7.30 (ngaret datengnya ) harus datang lebih pagi karena G mau ketinggalan ujian. Minggu itu termasuk minggu-minggu penuh kesibukan. Selain karena ada ujian, aku juga harus mempersiapkan makalah untuk salah satu lomba yang akan diadakan di Jakarta untuk hari jumat – selasa minggu depan. Selain makalah, aku juga harus membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang akan disampaikan 10 hari lagi (mikirin dari jauh-jauh hari, apa yg mo di tulis ya? Kebanyakan mikir tanpa dilakuin, akhirnya pusing sendiri deh).</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 6.40 aku berangkat dari rumah. Motor GL Pro-ku geber pada kecepatan 60-80 Km/Jam dan akhirnya sampai kampus pukul 7 lewat 5 menit. Seperti biasa, petugas parkir yang ramah menyapaku dengan senyum manisnya dan aku harus membayar Rp 500 untuk ongkos parkir. Saat itu, lapangan parkir masih sangat kosong. Saat ku raba saku celana bagian kanan, ku keluarkan selembar  uang kertas seribu dan hal yang aneh terjadi, “Lho, kok plastik itu G ada di saku ya? Ah, nanti ku cek lagi deh waktu motor dah di kunci. Kali aja terselip di antara uang-uang kertas seribuan”, begitu kira-kira jalan pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat motor sudah ku kunci, sambil jalan tergesa-gesa (Ujiannya jam 7 nih, ayo cepetan !!!) aku mencari-cari plastik di kantong celanaku. Ternyata G ada. Aku cari juga di dompet, juga G ada. Ah, kali aja di tas atau keselip di baju yang kemarin. Maka bergegaslah aku ke ruang ujian. Akan tetapi, saat ujian berlangsung pun aku g bisa konsentrasi karena tetap memikirkan kira-kira dimana plastik itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya ujian selesai dan aku hanya bisa menyelesaikan 90 % soal, dengan tingkat keyakinan benar hanya 50 % (susah nih soalnya). Setelah ujian itu, ku rencanakan untuk membuat makalah untuk lomba hari jumat nanti.</p>
<p>Tapi tetap saja pikiranku G bisa fokus. Dimana sebenarnya plastik itu? Kuliah terakhirku hari itu selesai jam 3 dan selama kuliah itu, aku tetap saja G bisa fokus memperhatikan dosen di depan. Segala pikiran buruk menghantuiku. Bagaimana jika plastik itu hilang? Bagaimana harus ku jelaskan pada ayah? Berapa banyak kesulitan yang akan aku hadapi? Ya Allah, apa gerangan maksud dari cobaan ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=29&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/24/habis-gelap-terbitkah-terang-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Security POM</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/02/dialog-antara-ustadz-yusuf-mansur-dengan-security-pom/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/02/dialog-antara-ustadz-yusuf-mansur-dengan-security-pom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Post by Wahyu Firmansyah in kamamuki@yahoogroups.com (14 November 2008)
(Azis copy-paste dari tulisan aslinya. Mudah-mudahan bermafaat)

Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin. Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya …. SEMOGA BERMANFAAT
&#8220;Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?&#8221;
Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=24&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Post by Wahyu Firmansyah in kamamuki@yahoogroups.com (14 November 2008)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Azis <em>copy-paste</em> dari tulisan aslinya. Mudah-mudahan bermafaat)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin. </span>Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya …. SEMOGA BERMANFAAT</p>
<p>&#8220;Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?&#8221;</p>
<p>Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya : &#8220;Nanti di depan ke kiri ya&#8221;.<br />
&#8220;Masih banyak, Pak Ustadz&#8221;.<br />
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis. Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. &#8220;PakUstadz!&#8221; Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.<br />
&#8220;Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja&#8221;. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.</p>
<p>&#8220;Saya ke toilet dulu ya&#8221;</p>
<p>&#8220;Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz&#8221;.</p>
<p>Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang &#8220;berhentiin&#8221; saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara<br />
dengan dia. Sekuriti ini barangkali &#8220;target operasi&#8221; dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.<br />
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, &#8220;Ok, ntar habis dari toilet ya&#8221;.<span id="more-24"></span></p>
<p>***</p>
<p>&#8220;Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?&#8221;, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada <em>minimart</em> nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.<br />
&#8220;Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?&#8221;<br />
&#8220;Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya&#8221;<br />
&#8220;Wah, ustadz langsung nembak aja nih&#8221;.<br />
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.<br />
&#8220;Udah shalat ashar?&#8221;<br />
&#8220;Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja&#8221;.<br />
&#8220;Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?&#8221; Sekuriti itu senyum aja.</p>
<p>Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang<br />
kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah<br />
tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu<br />
shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit<br />
ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.</p>
<p>&#8220;Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini&#8221;, saya mengejar.<br />
&#8220;Ya, kurang lebih dah&#8221;.<br />
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang &#8216;alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa <em>he is the man</em> yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.</p>
<p>&#8220;Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang&#8221;.</p>
<p>Saudara-saudaraku Peserta Kuliah Online, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?<br />
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha,<br />
sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.<br />
Dan saya mengingatkan kepada peserta Kuliah Online untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.</p>
<p>Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, &#8220;Terus, mau berubah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?&#8221; &#8220;Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya&#8221;. &#8220;Ngebut gimana?&#8221;<br />
&#8220;Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah&#8221;.</p>
<p>Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah <em>standby</em> di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh..<br />
Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih,<br />
wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.</p>
<p>&#8220;Yang kedua,&#8221; saya teruskan. &#8220;Yang kedua, keluarin sedekahnya&#8221;.<br />
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. &#8220;Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan&#8221;.<br />
&#8220;Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?&#8221;<br />
&#8220;Satu koma tujuh, Pak ustadz&#8221;.<br />
&#8220;Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede&#8221;.<br />
&#8220;Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz&#8221;.<br />
&#8220;Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?&#8221;<br />
&#8220;Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz&#8221;.<br />
&#8220;Koq bisa?&#8221;<br />
&#8220;Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt&#8221;.<br />
&#8220;Terus, kenapa masih kurang?&#8221;<br />
&#8220;Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak&#8221;.<br />
&#8220;Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor.. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?&#8221;<br />
&#8220;Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz&#8221;.<br />
&#8220;Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot&#8221;.<br />
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik..<br />
Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.</p>
<p>&#8220;Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?&#8221; &#8220;Mau Ustadz. Saya benahin dah&#8221;.<br />
&#8220;Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat&#8221;.<br />
&#8220;Siap ustadz&#8221;.<br />
&#8220;Tapi sedekahnya tetap kudu loh&#8221;.<br />
&#8220;Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada&#8221;.<br />
&#8220;Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq&#8221;.<br />
&#8220;Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya&#8221;.<br />
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya<br />
menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.</p>
<p>Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, &#8220;Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?&#8221;. Si sekuriti mengangguk. &#8220;Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?&#8221;<br />
Sekuriti ini ngangguk lagi. &#8220;Selama saya bisa, saya akan jalanin,&#8221; katanya, manteb.<br />
&#8220;Gajian bulan depan masih ada ga?&#8221;<br />
&#8220;Masih. Kan belum bisa diambil?&#8221;<br />
&#8220;Bisa. Dicoba dulu&#8221;.<br />
&#8220;Entar bulan depan saya hidup pegimana?&#8221;<br />
&#8220;Yakin ga sama Allah?&#8221;<br />
&#8220;Yakin&#8221;.<br />
&#8220;Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau&#8221;.</p>
<p>Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca alQur&#8217;an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum&#8217;at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya. Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.</p>
<p>***</p>
<p>Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.<br />
&#8220;Mana bisa?&#8221; kata komandannya.<br />
&#8220;Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani&#8221;.<br />
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama <em>owner</em>-nya ini pom bensin. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, &#8220;Buat sedekah katanya Pak&#8221;, begitu kata komandannya.</p>
<p>Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti <em>the end story</em> nya. Termasuk dinanti oleh<br />
bos nya. &#8220;Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya&#8221;, begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.</p>
<p>Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah<br />
dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah muka nya. Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.</p>
<p>Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si<br />
sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan<br />
mempermalukan si sekuriti. Suatu hari bos nya pernah berkata, &#8220;Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma&#8221;. Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon. Berhasil kah?</p>
<p>Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. &#8220;Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren&#8221;.</p>
<p>Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya,<br />
dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7 jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu terjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan. Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia<br />
tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.</p>
<p>Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon. Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.<br />
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si <em>owner</em> yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.</p>
<p>Saudara-saudaraku sekalian. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja<br />
menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya. Subhaanallaah, masya Allah.</p>
<p>Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta Kuliah Online yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta Kuliah Online saja<br />
ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah di<em>publish</em>, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.</p>
<p>Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak,<br />
sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga<br />
tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampir 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan.</p>
<p>Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Di antaranya, saya jadi ikut belajar. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur&#8217;an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta Kuliah Online yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya,<br />
kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya<br />
akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur&#8217;an ini.</p>
<p>Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba&#8217;da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=24&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/12/02/dialog-antara-ustadz-yusuf-mansur-dengan-security-pom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stop Global Warming from small things</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/stop-global-warming-from-small-things/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/stop-global-warming-from-small-things/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 10:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[DID YOU KNOW THAT &#8230;..
1. Ngga menancapkan colokan      listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya. Dan berarti pula, mengurangi panas yang      timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.
2. Kantong plastik butuh waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=9&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><em>DID YOU KNOW THAT</em> &#8230;..</p>
<p class="MsoNormal">1. Ngga menancapkan colokan      listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya. <span>Dan berarti pula, mengurangi panas yang      timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.</span></p>
<p class="MsoNormal">2. Kantong plastik butuh waktu      1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.      Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak      semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan&#8230; itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 taun untuk jadi besar. Bayangkan      yang terjadi dengan <em>ilegal logging</em>&#8230; <em>how many trees has been      cutdown for you</em>? <em>Imagine how they make the world hotte</em><em>r</em>?</p>
<p class="MsoNormal">3. <span>Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di      supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk      mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter      air&#8230; cck cck cck&#8230;Kode botol apa yang aman digunakan sebagai      botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4&#8230;. selain      nomor2 itu&#8230; they&#8217;re not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>4. </span><span>Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di      <em>recycle</em>&#8230; begitu juga karton2 yang bekas kena minyak,<span id="more-9"></span> makanan, kue,      minuman&#8230; </span><em>They&#8217;re only a waste</em>&#8230; yang mau ngga mau tanahlah yang      harus me-<em>recycle</em>. Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji      setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> setaun&#8230;  Kalau kita menghemat 1 lembar aja tiap hari&#8230; berarti      kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaun&#8230; HEBAT KAN ?</p>
<p class="MsoNormal">5. <em>Be Green on</em> ATM? Kalo di      BCA <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">kan</span></span> ada yang ambil duit ngga pake <em>receipt</em>&#8230; atau <em>be smart</em> dong&#8230; Transfer lewat <em>Internet banking</em> ato <em>mobile banking</em>&#8230;. 8 MILIAR kali transaksi di      ATM yang mengeluarkan kertas <em>receipt</em> tiap taun adalah salah satu sumber      sampah terbesar di dunia. Kalau selama setaun orang transaksi ngga pake      kertas <em>receipt</em>, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat      melingkari garis equator sampe 15 kali&#8230; ccck ccck</p>
<p class="MsoNormal"><span>6. Minimal punya 2 macam tempat sampah      dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan      sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering (      botol, plastik, kertas, kaca) Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah      menurut 4 kelas : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan&#8230; disendirikan untuk dijual</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span>Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa      berenang&#8230; tapi karena <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;background-attachment:scroll;">global      warming</span></span> di Kutub Utara, mereka harus berenang 30 km untuk      mencari es tempat berteduh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>8. </span><span>Watch <em>DISCOVERY CHANNEL</em> : <em>PLANET EARTH</em>&#8230;      pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya      mati karena kelelahan mencari daratan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em>Is that the world you will leave for your children</em> ?</p>
<p class="MsoNormal">Yang penting <em>be smart for the sake of ourselves</em> !</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><em>Save the world, save our lifes, save our children</em> ! </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=9&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/stop-global-warming-from-small-things/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s me, come back after 6 months</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/its-me-come-back-after-6-months/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/its-me-come-back-after-6-months/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 19:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr.wb
Fiuh, setelah rehat 6 bulan sejak 22 mei 08, akhirnya blog ini bisa kuisi lagi. Azis sampe bingung, perasaan baru kemarin 22 mei itu, sekarang dah 30 november. Berarti tinggal 1 bulan lagi tahun 2008 ini berakhir.  “Demi massa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling menasehati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=11&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb</p>
<p>Fiuh, setelah rehat 6 bulan sejak 22 mei 08, akhirnya blog ini bisa kuisi lagi. Azis sampe bingung, perasaan baru kemarin 22 mei itu, sekarang dah 30 november. Berarti tinggal 1 bulan lagi tahun 2008 ini berakhir.  “Demi massa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. QS Al-‘Ashr (103:1-3)”</p>
<p>Kemana aja Zis? <span id="more-11"></span>Hehe,&#8230; jadi malu ngejawabnya. Haruskah alasan-alasan yang keluar untuk pembenaran semata? G deh, basi tau. Mungkin lebih tepatnya suatu pengingkaran untuk kebiasaan nge-blog. Kenapa harus diingkari? Karena ada kesibukan lain juga yang menuntut perhatian lebih. Nah lo, alesan lagi. Ya sudah lah, terlalu banyak alesan yang ada dikepala ini mpe bingung mo nullis apa.</p>
<p>Sebenernya azis suka nulis, tapi kurang bisa meluangkan waktu untuk nulis. Insya Allah beberapa amanah akan segera selesai diakhir tahun ini sehingga waktu kosong mungkin akan lebih banyak. Ditambah adanya akses internet dari rumah, kayaknya G ada alasan lagi untuk tidak menulis. <em>So, what are U  waiting for? </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=11&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/11/30/its-me-come-back-after-6-months/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>makna lagu sebelum cahaya &#8211; Letto</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/22/makna-lagu-sebelum-cahaya-letto/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/22/makna-lagu-sebelum-cahaya-letto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 04:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[makna lagu sebelum cahaya &#8211; Letto
Sumber : Dari Sebuah Milis
Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan  Indonesia . Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan  band  ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib. Sebuah postingan di salah  satu  blog memberi makna atas lagu ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=10&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>makna lagu sebelum cahaya &#8211; Letto</strong></p>
<p style="text-align:center;">Sumber : Dari Sebuah Milis</p>
<p>Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan  <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span> . Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan  band  ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib. Sebuah postingan di salah  satu  blog memberi makna atas lagu ini. Secara lengkap, postingan itu berisi sbb:</p>
<p><strong><em> </em>Ku teringat hati yang bertabur mimpi<br />
Kemana kau pergi cinta<br />
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri<br />
Kuatkanlah hati cinta</strong></p>
<p><strong>Reff :<br />
Ingatkan engkau kepada embun pagi<br />
bersahaja<br />
Yang menemanimu sebelum cahaya<br />
Ingatkan engkau kepada angin yang<br />
berhembus mesra<br />
Yang kan membelaimu cintA</strong></p>
<p><strong>Kekuatan hati yang berpegang janji<br />
Genggamlah tanganKu cinta<br />
Ku tak akan pergi meninggalkanmu<br />
sendiri<br />
Temani hatimu cinta<br />
Back to reff</strong></p>
<p>Siapa yang tak kenal lagu ini? <span id="more-10"></span>Hampir semua lapisan masyarakat ngerti betul  lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu  sinetron  di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil,<br />
remaja aktivis dakwah  atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.</p>
<p>Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu di  hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu  tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen yang  lainnya datang. Sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis mendengarkan pula apa  yang dia nyanyikan. &#8220;Sebelum cahaya&#8221;?? Penasaran juga kan &#8230;apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya bertanya pada dia, &#8220;dik, asyik banget nyanyinya&#8230; hmmm&#8230;da banyak kenangan  nii&#8230;dengan lagu itu?? Dia menjawab, &#8220;jelas  mbak..banyak kenangan..&#8221;. Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang dimaksud  kenangan tersebut.</p>
<p>Kata pertama yang keluar adalah, &#8220;itu kan ngingetin kita sama sholat qiyammul lail  mbak?&#8221; Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya?? Dia meneruskannya  &#8230;. Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Allah SWT selalu mengawasi kita. Allah  melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun&#8230; kita pergi<br />
untuk  ambil  air wudhu maka mengapa disana dituliskan <strong>kemana kau pergi</strong>&#8230;</p>
<p>kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika  mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya?? Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka&#8217;at demi raka&#8217;at, lantunan Ayat-ayat suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang  dia temukan dalam baris  <strong>perjalanan sunyi yang  kau tempuh sendiri,kuatkan  hatimu cinta.</strong></p>
<p>Bait kedua, Allah ingin menentramkan hati kita, Allah mengingatkan bahwa  kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Qiyammul Lail. lihatlah ada <strong>embun pagi</strong> yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah <strong>sepoi-sepoi angin</strong> di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Qiyammul Lail ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.</p>
<p>Bait ketiga menerangkan siapa yang punya <strong>tekad kuat</strong> tersebut? untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang  yang selalu berpegang teguh pada <strong>janji</strong>nya terhadap Allah SWT.<br />
Janjinya bahwa  dia kan selalu menjadikan Allah sebagai Illah dalam hidupnya  Subhanallah. .. ternyata&#8230; .</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azisadharis.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azisadharis.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=10&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/22/makna-lagu-sebelum-cahaya-letto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harta Karun Untuk Semua</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/12/harta-karun-untuk-semua/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/12/harta-karun-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 08:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Harta Karun Untuk Semua
Oleh: Dewi Lestari
(Posted by Radix Hidayat in agendaganesha@yahoogroups.com, 1 November 2007)

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu
buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: &#8220;Stuff &#8211; The
Secret Lives of Everyday Things&#8221;. Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi
informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=8&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>Harta Karun Untuk Semua</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">Oleh: <strong>Dewi Lestari</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">(Posted by Radix Hidayat in agendaganesha@yahoogroups.com, 1 November 2007)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari <a href="http://amazon.com/" target="_blank"><span class="yshortcuts"><span style="color:#1e66ae;"><span>Amazon.com</span></span></span></a> datang. Ada satu<br />
buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: &#8220;Stuff &#8211; The<br />
Secret Lives of Everyday Things&#8221;. Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi<br />
informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana<br />
barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.</p>
<p>Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan<br />
waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana<br />
yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa<br />
penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang<br />
hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun<br />
di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.<span id="more-8"></span></p>
<p>Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa<br />
deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan<br />
sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir<br />
rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita<br />
konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu<br />
ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa<br />
banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja,<br />
beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli<br />
membabi-buta.</p>
<p>Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa<br />
wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita<br />
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh<br />
kita sendiri?</p>
<p>Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk<br />
mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu<br />
lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan<br />
sekitar 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir<br />
di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter<br />
air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang<br />
bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500<br />
kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.</p>
<p>Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.<br />
Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gayahidup yang<br />
tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau<br />
pusing. Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah<br />
saatnya dibuka. Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan<br />
membedah jantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari<br />
hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung<br />
jawab akan alam ini telah disosialisasikan sejak kecil.</p>
<p>Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai,<br />
Pasar Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada<br />
lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi<br />
kecukupan penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada<br />
habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang<br />
menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki<br />
hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian <span class="yshortcuts"><span>mie</span></span><br />
instan, dan ratusan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak<br />
itu?</p>
<p>Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh<br />
melebihi apa yang kita butuhkan?</p>
<p>Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan limapasang baju<br />
dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak<br />
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa<br />
pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi<br />
tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.</p>
<p>Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang<br />
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi.<br />
Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan.<br />
Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan <span class="yshortcuts"><span>negara</span></span>,<br />
<span class="yshortcuts"><span>negara</span></span> adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,<br />
permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta<br />
kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan<br />
sejati.</p>
<p>Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi<br />
sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol<br />
<span class="yshortcuts"><span>Kyoto</span></span>, tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap<br />
langkah kita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan<br />
politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi.</p>
<p>Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya<br />
bekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan<br />
mematikannya jika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan<br />
akan informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet<br />
atau membaca koran di tempat publik ketimbang berlangganan langsung.<br />
Bagaimana dengan fashion?</p>
<p>Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di<br />
muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca:<br />
membeli busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa<br />
membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki<br />
tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada<br />
yang keluar. Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan<br />
bahwa ada baju yang tidak saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma<br />
sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku,<br />
pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.</p>
<p>Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti &#8216;harta karun&#8217;, yang<br />
berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika<br />
dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta<br />
karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.</p>
<p>Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.<br />
Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan<br />
sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru<br />
baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan<br />
harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga<br />
dari kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan.<br />
Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya<br />
barang bekas untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya<br />
timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah<br />
satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya<br />
terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang<br />
yang sudah dianggap sampah.</p>
<p>Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara<br />
kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga<br />
disumbangkan. Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat<br />
komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan<br />
lemari pakaian, dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada<br />
intinya&#8230; dengan diri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan dan<br />
berjalan dalam koridor itu?</p>
<p>Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua<br />
aneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas<br />
akan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk<br />
info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang<br />
baik. Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi<br />
kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir,<br />
dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang<br />
menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak<br />
tahu.</p>
<p>Banyak orang yang berkomentar pada saya, &#8220;Aduh, Wi. Kamu bikin hidup<br />
tambah susah saja.&#8221; Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu<br />
kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup<br />
yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan<br />
pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan<br />
terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang<br />
dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita<br />
sendiri.</p>
<p>Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.</p>
<p>Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita<br />
bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang<br />
sesungguhnya kita cari.</p>
<p>Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan. ***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azisadharis.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azisadharis.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=8&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/12/harta-karun-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Posisi Utang RI Rp1.420 Triliun</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/posisi-utang-ri-rp1420-triliun/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/posisi-utang-ri-rp1420-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Posisi Utang RI Rp1.420 Triliun 
(SUMBER: www.okezone. com)
JAKARTA &#8211; Posisi utang negara yang dikelola oleh Departemen Keuangan saat ini berada di posisi Rp1.420 triliun.
Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, utang tersebut terbagi menjadi dua, yakni sekira Rp820 triliun untuk utang surat berharga dan sisanya Rp600 triliun disokong oleh pinjaman luar negeri.
&#8220;Pinjaman itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=7&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Posisi Utang RI Rp1.420 Triliun </strong></p>
<p>(SUMBER: www.okezone. com)<strong></strong></p>
<p>JAKARTA &#8211; Posisi utang negara yang dikelola oleh Departemen Keuangan saat ini berada di posisi Rp1.420 triliun.</p>
<p>Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, utang tersebut terbagi menjadi dua, yakni sekira Rp820 triliun untuk utang surat berharga dan sisanya Rp600 triliun disokong oleh pinjaman luar negeri.</p>
<p>&#8220;Pinjaman itu baik dari bank komersial luar negeri atau pinjaman multilateral, &#8221; ujarnya, kepada wartawan di Pacific Place, kawasan SCBD, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Jakarta</span>, Jumat (29/2/22008) .</p>
<p>Sementara itu, jika dilihat dari sisi APBN 2008, pembiayaan sumber utang negara dari surat utang berharga dipatok Rp91,6 triliun.</p>
<p>Dari jumlah yang ditetapkan tersebut, <span id="more-7"></span>saat ini penerbitan surat utang telah mencapai sekira Rp13 triliun, dan utang dalam dolar senilai Rp2 miliar atau setara dengan Rp18 triliun.</p>
<p>&#8220;Jadi total penerbitan surat utang negara totalnya baru Rp31,1 triliun atau 33,9 persen,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> Tak Bisa Reschedule Utang </strong></p>
<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah memastikan tidak akan melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atas pembayaran utang luar negeri. Meski perekonomian dunia, termasuk <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>, diproyeksi akan melambat.</p>
<p>Sekretaris Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan mengatakan, penjadwalan ulang pembayaran utang tidak bisa dilakukan. Hal itu disebabkan saat ini <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> termasuk kelompok negara yang berpenghasilan menengah.</p>
<p>&#8220;Income per kapita <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> sudah mencapai USD2.000. Memang belum tinggi banget, tapi itu sudah termasuk menengah,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">itu</span>, rating <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> terkait pembayaran utang di berbagai lembaga internasional sudah baik. Sehingga, jika pembayaran ulang ini dilakukan akan menurunkan rating <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>.</p>
<p>Akibatnya, berdampak buruk terhadap iklim bisnis di Indonesia yang menurunkan tingkat kepercayaan investor.</p>
<p>&#8220;Menurut saya untuk jadwal ulang pembayaran utang luar negeri sepertinya  bukan policy yang begitu baik,&#8221; tukasnya</p>
<p><strong>Total Utang RI ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">World Bank</span> Rp243,7 T</strong></p>
<p>JAKARTA &#8211; Sejak zaman Soekarno menjadi presiden pertama <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> hingga sudah berganti enam kali presiden, lembaga donor internasional <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">World Bank</span> selalu &#8220;setia&#8221; menggerojoki utang. Mau tau totalnya?</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">World Bank</span> atau Bank Dunia telah aktif di Indonesia sejak 1967. Saat itu, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> membutuhkan uang yang cukup banyak untuk mendanai pembangunan. Sementara Negeri Zamrud Khatulistiwa ini masih belum mampu mendanai program-program infrastruktur.</p>
<p>&#8220;Sejak saat itu hingga saat ini, Bank Dunia telah membiayai lebih dari 280 proyek dan program pembangunan senilai USD26,2 miliar di semua sektor perekonomian, &#8221; ujar Managing Director The World Bank Group Ngozi Okonj, pada diskusi mengenai masalah kemiskinan, pemerintahan, dan ekonomi, di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Rabu (30/1/2008).</p>
<p>Jika dikonversikan maka jumlah tersebut setara dengan Rp243,725 triliun (Rp9.302 per USD).</p>
<p>Pinjaman tersebut, ujarnya, telah digunakan pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan energi, industri, dan pertanian. Sementara yang sektor yang paling mendominasi selama 20 tahun pertama yakni infrastruktur yang pemberiannya kepada masyarakat miskin.</p>
<p>Sedangkan pemberian pinjaman aktif Bank Dunia terdiri dari 28 proyek senilai USD2,9 miliar atau setara dengan Rp26,977 triliun, dengan sisa dana yang belum dicairkan USD1,7 miliar atau setara dengan Rp15,814 triliun.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azisadharis.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azisadharis.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=7&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/posisi-utang-ri-rp1420-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/tuhan-sembilan-senti/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/tuhan-sembilan-senti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufik Ismail
(dikutip dari sebuah milis)
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=6&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Tuhan Sembilan Senti</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh<strong> Taufik Ismail</strong></p>
<p style="text-align:center;">(dikutip dari sebuah milis)</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang  merokok,</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah semacam firdaus-jannatu- na¢im<span id="more-6"></span><br />
sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya<br />
apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk<br />
orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana<br />
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat<br />
bagi orang yang  tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter<br />
tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun<br />
menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut<br />
dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,<br />
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br />
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya<br />
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya<br />
ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali  pun asap tembakau itu,<br />
Bisa ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil,<br />
pertandingan bulutangkis,<br />
turnamen sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik,<br />
sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat<br />
dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh,<br />
dengan cueknya,<br />
pakai dasi,<br />
orang-orang goblok merokok,</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah semacam firdaus-jannatu- na&#8217;im<br />
sangat ramah bagi orang perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur  hidup-hidup<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,<br />
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk<br />
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.<br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka<br />
terselip berhala-berhala kecil,<br />
sembilan senti panjangnya,<br />
putih warnanya,<br />
ke mana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka<br />
memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda<br />
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin<br />
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh  itu.<br />
Mamnu¢ut tadkhiin, ya ustadz.<br />
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i.<br />
Kalau tak tahan,<br />
Di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum.</p>
<p>Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr.<br />
Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).<br />
Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.<br />
Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.<br />
Wa yuharrimu ¡alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,<br />
karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol,<br />
sudah ada babi,<br />
tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,<br />
jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam  membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir.<br />
Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,<br />
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok<br />
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,<br />
lebih gawat ketimbang bencana banjir,<br />
gempa bumi dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan,<br />
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku¢ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan  fana<br />
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api<br />
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana,<br />
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azisadharis.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azisadharis.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=6&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/05/08/tuhan-sembilan-senti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah misteri, hanya Dia yang tahu</title>
		<link>http://azisadharis.wordpress.com/2008/01/26/sebuah-misteri-hanya-dia-yang-tahu/</link>
		<comments>http://azisadharis.wordpress.com/2008/01/26/sebuah-misteri-hanya-dia-yang-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 08:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azisadharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azisadharis.wordpress.com/2008/01/26/sebuah-misteri-hanya-dia-yang-tahu/</guid>
		<description><![CDATA[9 agustus 2007. Jam dinding menunjukan pukul 00.20 saat tiba-tiba kurasakan ada goncangan di dinding tembok rumahku selama 1 menit. Subhanallah, gempa sedang terjadi. Kematian tiba-tiba terlintas di benak azis, spontan azis berbisik lirih, &#8221; Ya Allah jangan sekarang. Hamba belum siap.&#8221; Syukurlah, ternyata gempa itu &#8220;hanya&#8221; terasa kecil di bandung.
Akan tetapi, apakah azis akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=5&subd=azisadharis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>9 agustus 2007. Jam dinding menunjukan pukul 00.20 saat tiba-tiba kurasakan ada goncangan di dinding tembok rumahku selama 1 menit. Subhanallah, gempa sedang terjadi. Kematian tiba-tiba terlintas di benak azis, spontan azis berbisik lirih, &#8221; Ya Allah jangan sekarang. Hamba belum siap.&#8221; Syukurlah, ternyata gempa itu &#8220;hanya&#8221; terasa kecil di bandung.</p>
<p>Akan tetapi, apakah azis akan selalu tidak siap saat tiba-tiba kematian hendak menghampiri? Bukankah kita seharusnya selalu siap untuk menghadapi kematian karena itu sebuah misteri yg bisa datang kapan saja? &#8220;Ya Allah, terima kasih. Hambamu ini telah dingatkan tentang kematian&#8221;, begitu doaku.</p>
<p>Sabda Rosul, &#8220;Orang yang paling cerdas adalah orang yang senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azisadharis.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azisadharis.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azisadharis.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azisadharis.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azisadharis.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azisadharis.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azisadharis.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azisadharis.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azisadharis.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azisadharis.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azisadharis.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azisadharis.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azisadharis.wordpress.com&blog=2613895&post=5&subd=azisadharis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azisadharis.wordpress.com/2008/01/26/sebuah-misteri-hanya-dia-yang-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd890eda8942ecc71cff81053d165bc2?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">azisadharis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>